Usaha Pest Control Bagi Sanitarian
PROSEDUR UMUM USAHA PEMBASMIAN SERANGGA
1.Perkenalkan diri anda atau perusahaan anda pada konsumen, melalui surat, booklet, leaflet, presentasi dalam seminar atau kunjungan langsung. Komsumen yang anda tuju dapat berupa hotel, rumah sakit, rumah makan, perusahaan transportasi, dan perusahaan atau lembaga lainnya yang diduga membutuhkan pelayanan pembasmian serangga (pest control).
1.Perkenalkan diri anda atau perusahaan anda pada konsumen, melalui surat, booklet, leaflet, presentasi dalam seminar atau kunjungan langsung. Komsumen yang anda tuju dapat berupa hotel, rumah sakit, rumah makan, perusahaan transportasi, dan perusahaan atau lembaga lainnya yang diduga membutuhkan pelayanan pembasmian serangga (pest control).
2.Apabila sudah ada respon dari konsumen, mintalah ijin
untuk survey lokasi. Survey ini bermanfaat untuk merencanakan serangga
sasaran, lokasi treatment, bentuk / jenis treatment, tenaga, waktu dan
biaya yang ditawarkan. Juga untuk mengetahui faktor penunjang dan
penghambat.
3.Survey dilakukan, terutama untuk memperoleh data antara
lain : - Jenis pest - Resting places & breeding places pest. - Luas
efektif bidang /sasaran aplikasi - Jumlah dan jenis barang yang di
treatment. - Waktu idle (untuk treatment) - Fasilitas pendukung
(listrik, air dll) - Faktor yang dapat menghambat (AC, smoke detektor,
dll)
4.Hasil survey untuk menyusun proposal / perencanaan yang meliputi :
- Jenis pest yang ada - Luas / volume dan tempat pest berada. - Metode
aplikasi / treatment serta peralatan yang diperlukan. - Jenis dan jumlah
bahan kimia yang akan digunakan. - Jumlah dan kualifikasi tenaga yang
diperlukan. - Schedule / waktu pelaksanaan aplikasi dan supervisi -
Bentuk antisipasi kegagalan dan kecelakaan. - Transportasi yang
digunakan - Hitung semua biaya minimal yang dibutuhkan (termasuk laba
bersih dan pajak). Perkirakan juga harga yang kelak akan ditawarkan.
5.Buatlah surat penawaran / proposal pengendalian pest kepada konsumen
dimaksud. Lakukan tawar-menawar harga. Sodorkan form perjanjian /
persetujuan / kontrak kerja (termasuk sistem pembayaran &
garansinya).
6.Laksanakan pekerjaan sesuai dengan dokumen kontrak.
Perhatikan mutu pelayanan.
7.Lakukan pula evaluasi pelaksanaan kegiatan
dan upaya penelitian & pengembangan. Beberapa contoh teknik
pengendalian lalat antara lain: AIR DALAM KANTONG Kurang lebih 300 ml
air jernih dimasukkan dalam kantong plastik yang transparan. Kemudian
ikat dan gantungkan ditempat yang banyak terdapat lalat berkerumun. Bisa
juga diletakkan didekat tempat makanan, dimana banyak terdapat lalat.
Cara seperti ini juga dapat digunakan untuk mengusir lalat. Belum
diketahui secara pasti mengapa lalat begitu takut terhadap air jernih
yang dimasukan dalam kantong plastik transparan. Tetapi cara ini tampak
cukup berhasil untuk mengusir lalat. Utamanya pada hari – hari pertama
kantong air tersebut dipasang. Pada minggu kedua setelah pemasangan,
lalat mulai menampakkan gejala tidak takut lagi terhadap kantong air
dimaksud. UAP CENGKIH Masukkan beberapa butir cengkih kering kedalam
gelas. Kemudian tuangkan air panas kedalamnya. Tempatkan pada daerah
yang banyak terdapat lalat, niscaya lalat akan segera bubar. Bila uap
cengkih sudah habis biasanya lalat akan datang kembali. Oleh karena itu
perlu segera diganti dengan cengkih yang baru. Usaha seperti ini cukup
baik untuk mengusir lalat. Hal ini karena uap (minyak) cengkih mempunyai
sifat mengusir (repellent) terhadap beberapa macam serangga, termasuk
lalat. MINYAK IGNOL Penyulingan cengkih atau daun cengkih, akan
menghasilkan minyak berwarna kehitaman. Minyak ini kemudian dimurnikan
hingga berwarna jernih kekuningan. Minyak cengkih inilah yang disebut
ignol. Karena ignol berasal dari cengkih maka mempunyai sifat seperti
uap cengkih pula, yakni mampu mengusir lalat. Cara penggunaannya adalah
dengan meneteskan pada air panas. Cara yang lebih praktis cukup
meneteskan pada tissue atau kapas, kemudian diletakkan pada tempat yang
dikerumuni lalat. Lalat akan segera bubar. UAP PARAFIN Parafin padat
(lilin) bila dinyalakan akan menghasilkan uap dan bau khas yang mampu
mengusir lalat. Sehingga lilin menyala yang ditempatkan pada dekat
makanan, lalat tidak akan berani mendekatinya. Daya usir / jangkauan uap
parafin ini relatif kecil, maka perlu ditempatkan beberapa lilin yang
menyala untuk areal yang luas. Meskipun hasilnya kurang memuaskan, namun
cukup berarti dalam hal mengurangi kerumunan lalat. LIDI & TALI
Dalam suasana panas, lalat suka hingga pada tali jemuran. Lalat juga
menyenangi hinggap pada benda bersudut tajam vertical. Sifat ini dapat
dimanfaatkan untuk menangkap lalat. Caranya dengan melapisi tali / lidi
menggunakan lem. Lem yang bisa digunakan untuk keperluan ini diantaranya
adalah lem tikus. Tali atau lidi yang sudah ada lemnya, ditaburi
sedikit vanili untuk menghilangkan bau menyengat. Lidi dipasang berdiri,
sedangkan tali dipasang seperti jemuran. Biarkan beberapa waktu,
niscaya banyak lalat yang tertangkap. KERTAS BERPEREKAT Kertas yang
dilumuri perekat tikus dan ditaburi serbuk vanili dipasang ditempat
lalat berkerumun. Biarkan beberapa saat kemudian niscaya banyak lalat
yang tertangkap. Kertas berperekat yang siap pakai, kini telah banyak
dijual dipasar. Dengan demikian kita dapat dengan mudah memperolehnya
dan lebih praktis dalam penggunaannya. UMPAN BERACUN Cairan gula yang
dibubuhi racun serangga, ditempatkan pada daerah yang banyak lalatnya.
Lalat yang makan akan segera mati. Cairan gula dapat diganti dengan susu
atau sejenisnya. Racun serangga yang digunakan bisa juga dengan
pestisida untuk pertanian. Umpan beracun yang siap pakai banyak dijumpai
di pasaran. Biasanya berbentuk kristal atau butiran seperti gula pasir
berwarna biru. Satu diantaranya bernama SNIP. PERANGKAP KERUCUT Diantara
perilaku lalat adalah terbang tegak lurus disaat terkejut. Sifat ini
dapat dimanfaatkan untuk pembuatan perangkap lalat. Caranya adalah
dengan memasang kerucut yang bagian pucuknya berlubang. Bagian pucuk
atau ujung yang berlubang di sambungkan pada tabung perangkap. Tabung
berikut kerucut disangga oleh kaki setinggi 5 –10 Cm. Cara penggunaanya
sangat mudah. Tepat dibawah lubang kerucut dipasang umpan penarik yang
disukai lalat. Ketika lalat mengerumuni umpan tersebut, dan kemudian
terkejut, secara reflek lalat akan terbang tegak lurus melewati lubang
kerucut masuk tabung perangkap. Untuk membunuhnya dapat digunakan asap
yang dimasukkan kedalam tabung perangkap. Perangkap kerucut dapat dibuat
dari bahan yang sederhana. Misalnya yang sering digunakan adalah bekas
botol air minum dalam kemasan. Botol dipotong pada bagian bawah leher,
kemudian dipasang kembali secara terbalik. Selanjutnya dipasang kawat
yang berfungsi sebagai kaki penyangga (lihat gambar). PERANGKAP SINAR
Lalat termasuk serangga fototropic, artinya ia akan tertarik dan
bergerak menuju kearah sumber sinar. Atas dasar sifat ini, dibuatlah
perangkap listrik yang disebut electrocutor. Prinsipnya adalah sebuah
lampu sebagai sumber sinar, yang dikelilingi kawat beraliran listrik
dengan tegangan tinggi ( 3500 Volt). Lalat yang tertarik akan bergerak
mendekati sumber sinar (lampu), dan ketika menyentuh celah kawat akan
tersengat listrik. Alat seperti ini telah banyak dijual dipasaran dengan
model dan harga bervariasi. MISTING Alat yang dipakai untuk keperluan
pembasmian lalat dengan misting disebut mistblower. Kegunaan mistblower
ini adalah untuk menyemprotkan partikel racun / insektisida dengan
semburan udara yang kencang langsung mengenai serangga sasaran (lalat).
Dengan demikian lalat yang terkena racun tersebut dapat segera mati.
Janggkauan semburannya secara horisontal dapat mencapai 15 M, sehingga
lalat yang sedang terbang dapat dengan mudah kena semprotan partikel
racun. Racun yang digunakan untuk keperluan ini telah banyak dijual
bebas, diantaranya Mustang, Icon, dll. SPRAYING (PENYEMPROTAN) Lalat
seringkali hinggap dan terbang. Pada keadaan panas lalat cenderung akan
istirahat dan hinggap ditempat yang teduh. Tempat – tempat yang biasa
dihinggapi lalat dapat disemprot dengan racun / insektisida. Lalat yang
hinggap pada tempat yang telah disemprot akan terkena racun dan mati.
Racun akan tetap berada pada bidang yang disemprot selama kurun waktu
tertentu. Lama waktu keberadaan racun tergantung jenis racun yang
digunakan dan kondisi lingkungan setempat. Untuk keperluan penyemprotan
ini dapat digunakan spraycan (tangki semprot) yang biasa dipakai dalam
bidang pertanian.
FOGGING (PENGASAPAN) Racun / insektisida dapat
disemprotkan dalam bentuk kabut asap. Alat yang digunakan untuk
keperluan ini disebut fog generator. Fog generator yang banyak dikenal
antara lain Swing fog, Dyna fog, Eagle, dll. Asap beracun ini apabila
mengenai serangga sasaran (lalat), maka akan segera mati. Biasanya racun
dicampur dengan solar atau minyak tanah. Salah satu kelemahannya adalah
asap mudah diterpa angin. Sehingga tidak tepat apabila digunakan ketika
angin sedang bertiup. SANITASI Upaya pengendalian lalat agar tidak
sampai menimbulkan gangguan, kuncinya terletak pada kebersihan
lingkungan. Oleh karena itu membersihkan tempat sampah atau tidak
menimbun sampah lebih dari 2 (hari) merupakan tinadakan yang sangat baik
untuk mencegah berkembangnya lalat. Hal ini karena sampah merupakan
tempat bertelur dan berkembang biaknya lalat. Sampah yang dimaksud
disini meliputi sampah yang dapat busuk dan kotoran hewan lainnya.