Prosedur Disinfeksi Sarana Air Bersih (SGL)
Prosedur Disinfeksi Sarana Air Bersih pada Sumur Gali
Air
merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Jika kebutuhan
air belum tercukupi maka dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan
maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala besar
masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM)
kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum
mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil. Untuk daerah yang belum
mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan air tanah
(sumur), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.
Persyaratan
bagi masing-masing standar kualitas air masih perlu ditentukan oleh 4 (empat)
aspek yaitu :
1.
persyaratan fisik,
2.
persyaratan kimiawi,
3.
persyaratan bakteriologis, dan
4.
persyaratan radioaktifitas.
Persyaratan fisik ditentukan oleh faktor kekeruhan,
warna, bau maupun rasa. Persyaratan kimiawi ditentukan oleh konsentrasi bahan
kimia seperti Arsen, Chlor, Tembaga, Cyanida, Besi, Mangan dan sebagainya.
Persyaratan bakteriologis ditentukan baik oleh mikroorganisme patogen, maupun
non patogen.
Desinfektan didefinisikan sebagai bahan
kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi
atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau
menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya.
Bahan desinfektan dapat
digunakan untuk proses desinfeksi Sarana Air bersih, tangan, lantai, ruangan,
peralatan dan pakaian.
Bahan yang dipergunakan sebagai disinfektan
biasanya mempergunakan kaporit dengan dosis 1 gram/100 liter air. Berikut
prosedur pemberian kaporit (proses disinfeksi) pada sumur.
Sumur Gali
- Buat larutan kaporit sebanyak 20 liter (dosis pemberian 0,5 sendok makan kaporit untuk 20 liter air).
- Desinfekstan dinding sumur, lantai sumur dan timba dengan cara menyikatnya mempergunakan sikat yang sudah dicelupkan ke dalam larutan kaporit.
- Ukur banyaknya air sumur. Untuk setiap 1 meter kubik ditambahkan 20 liter larutan kaporit. Menentukan/mengukur volume air yang terdapat di dalam sumur dengan cara (Chandra, 2007):
- Mengukur dalamnya permukaan air (h) meter.
- Mengukur penampang sumur (d) meter
- Substitusi h dan d dalam rumus : Volume (liter) = 3,14 x d2 x h
Sumur Pompa
- Buat larutan kaporit sebanyak 20 liter ( dengan mmenambahkan 2 sendok makan kaporit pada 20 liter air).
- Pompa dilepas dari pipa dan tuangkan 20 liter larutan kaporit tersebut. Biarkan selama 24 jam.
- Pasang kembali pompa pada pipa, selanjutnya air dipompa (dibuang) sampai bau kaporit tidak ada lagi.
- Kegiatan pemberian kaporit tersebut seringkali juga harus kita lakukan pada saat terjadi KLB atau Wabah, atau pada saat terjadi banjir. Pada saat banjir, akan terjadi perembesan air banjir kedalam sumur penduduk. Demikian pula pada saat terjadi wabah penyakit pencernaan yang menular terutama kolera, maka semua persediaan air rumah tangga perlu didesinfektan, dengan cara sebagai berikut:
- Potong seruas bambu dengan ukuran panjang 50 cm, dengan diameter 5 cm
- Buat duaubang pada dasar bambu menyebelah 2 kali dengan ukuran 20 mm.
- Buat lubang pada ujung atas bambu dengan diameter 1,5 meter.
- Masukkan sedikit ijuk sampai dasar bambu untuk menutupi lubang-lubang agar pasir tidak keluar.
- Masukkan segelas pasir halus.
- Masukkan 2 gelas campuran pasir halus dan 100 gram kaporit.
- Masukkan lagi pasir halus 1 gelas atau sampai tabung bambu penuh.
- Gantungkan batu bata pada ujung bawah bambu dan biarkan tenggelam 1 m di bawah permukaan air sumur.